banner

4 Infeksi Menular Seksual Pria

Pria yang tertular infeksi seksual

Berhubungan seksual tanpa kondom memang terasa lebih nyaman, tapi risikonya pun tidak main-main seperti terkena Infeksi Menular Seksual (IMS) apalagi jika Anda termasuk aktif secara seksual yang gemar bergonta-ganti pasangan Dan, tahukah Anda bahwa IMS juga bisa menimbulkan berbagai penyakit di luar penyakit kelamin, termasuk bisa mengakibatkan kebutaan dan penyakit hati.

IMS disebabkan lebih dari 30 bakteri, virus dan parasit yang sebagian besar menyebar melalui hubungan seksual. IMS dapat menyebabkan penyakit kronis, AIDS, invertilitas, kanker leher rahim dan komplikasi kehamilan (untuk wanita) serta dapat menyebabkan kematian. Di negara-negara berkembang termasuk di Indonesia infeksi dan komplikasi IMS adalah satu dari lima alasan utama tingginya angka kematian.

IMS didefinisikan sebagai penyakit yang disebabkan karena adanya invasi virus, bakteri, parasit dan kutu kelamin yang sebagian besar menular melalui hubungan seksual dengan pasangan yang sudah tertular, baik yang berlainan jenis atau sesama jenis. Jenis-jenis penyakit IMS pada pria di antaranya gonore atau kencing nanah, sifilis atau raja singa, herpes genitali, kondiloma akuminata atau kutil genitalis serta penyakit yang sebagian besar termasuk penyakit mematikan yang belum ada obatnya seperti halnya AIDS.

Gejala dan tanda-tanda

Gejala dan tanda-tanda munculnya IMS pada laki-laki dan perempuan berbeda. Bentuk dan letak alat kelamin laki-laki berada di luar tubuh sehingga gejala IMS lebih mudah dikenali karena bisa dilihat dan dirasakan. Ya, tanda-tanda IMS pada pria antara lain, bintil-bintil berisi cairan, lecet atau borok pada penis, terjadi rasa gatal yang berkepanjangan, kencing nanah atau darah yang berbau busuk serta nyeri pada pangkal paha yang kemudian berubah menjadi borok.

Secara penularan, IMS tidak saja terjadi melalui hubungan seksual dengan salah satu pasangan yang sudah tertular virus infeksi tetapi juga bisa melalui darah misalnya, tranfusi darah dengan pendonor yang sudah terinfeksi, bisa juga melalui jarum suntik. Menurut dunia medis, pengobatan yang dilakukan jika seseorang terkena IMS yakni selalu minum obat yang diberikan sesuai dengan aturan yang diberikan dokter, karena setiap IMS obatnya berbeda-beda. Kedua, selama pengobatan jangan melakukan hubungan seks dulu supaya luka-luka IMS Anda sembuh.

Berikut beberapa penyakit menular seksual yang umum menyerang para pria:

  1. Gonorea

    Penyakit yang juga dikenal dengan sebutan ‘kencing nanah’ ini disebabkan oleh bakteri gonococcus. Di antara banyaknya penyakit menular seksual pada pria, gonore merupakan salah satu IMS yang paling banyak terjadi. Gejala yang muncul biasanya adalah keluarnya cairan kental berwarna kuning atau hijau yang menyerupai nanah dari penis. Keluarnya cairan tersebut juga biasanya disertai dengan rasa sakit, yang juga dirasakan setiap berkemih. Ketika terinfeksi, bakteri gonococcus berpotensi besar menyebar ke area dubur, saluran kencing, tenggorokan, dan mata. Pada tingkat yang lebih parah, gonore bahkan bisa menyebabkan kebutaan.

  2. Klamidia

    Tidak seperti gonore, klamidia memiliki gejala yang terbilang ringan. Penyakit ini umumnya ditandai dengan keluarnya cairan bening dari ujung penis tersebut biasanya muncul sekitar 1-3 minggu setelah bakteri chlamydia trachomatis menginfeksi. Bakteri ini sangat rentan menyerang pria yang gemar bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan intim, tanpa menggunakan kondom.

    Pada tahap yang lebih parah, klamidia dapat memunculkan gejala sakit dan rasa panas ketika buang air kecil, nyeri pada testis, serta keluarnya cairan berwarna putih dari ujung penis. Jika tidak cepat ditangani, infeksi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius di kemudian hari. Bahkan tak jarang mengakibatkan infertilitas dan rusaknya organ reproduksi.

  3. Sifilis

    Penyakit menular seksual yang satu ini disebabkan oleh bakteri bernama treponema pallidum. Pada tahap awal, pengidap sifilis akan mengalami luka atau ruam yang tidak terasa sakit, di area mulut dan penis. Namun, pada tahap berikutnya, gejala yang lebih berat akan timbul, seperti ruam merah di beberapa bagian tubuh. Bahkan jika tidak segera diobati, sifilis yang semakin parah dapat berpotensi menyebabkan kelumpuhan dan kematian.

    Untuk mengobatinya, dokter spesialis kulit dan kelamin biasanya akan memberikan antibiotik, guna mematikan bakteri yang menginfeksi tubuh pengidap. Pengambilan cairan sampel juga dilakukan untuk diperiksa di laboratorium, dengan tujuan memastikan diagnosis.

  4. Epididimitis

    Epididimitis adalah kondisi ketika epididimis mengalami peradangan yang disebabkan adanya infeksi bakteri. Epididimis merupakan saluran pada bagian belakang testis, yang berfungsi membawa sperma dari testis menuju uretra. Pada sebagian kasus, epididimitis dapat menyebabkan komplikasi lain, seperti menginfeksi bagian testis. Kondisi ini disebut epididymo-orchitis.

Gejala-gejala yang umum dialami oleh pengidap epididimitis adalah sakit ketika buang air kecil yang terkadang disertai dengan keluarnya darah, nyeri pada testis, hingga demam ringan. Selain karena infeksi bakteri, epididimitis juga dapat disebabkan oleh adanya hal non-seksual seperti riwayat penyakit prostat dan infeksi saluran kencing, serta trauma akibat cedera di bagian paha.

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam