banner

4 Skandal Cinta Ratu Ternama di Dunia

Selama ini julukan “buaya darat” kerap disematkan pada kaum pria, padahal tak jarang seorang wanita pun bisa tergoda menjadi “buayawati” apabila libidonya sedang bergejolak. Tak peduli jika ia seorang ratu sekalipun, yang notabene turut mengambil andil dalam kebijakan kerajaan. Konon, seorang ratu pada zaman dahulu, tak hanya dituntut cerdas dan berpenampilan menawan, tetapi juga harus menguasai seni rayuan dan memiliki pemikiran yang terbuka tentang seks. Namun, tak dipungkiri, besarnya tekanan sebagai wanita nomor satu di negeri, membuat mereka kerap menderita tekanan batin dan melampiaskannya dengan berselingkuh. Berikut kisah 4 ratu ternama di dunia yang skandal asmaranya tercatat oleh sejarah.

1. Ratu Victoria, gairah muda yang tidak terpuaskan

Ratu Victoria

Victoria masih berusia 18 tahun ketika dia mewarisi takhta kerajaan Inggris di mana tak lama setelah itu dia menikahi Pangeran Albert. Ratu Victoria dikabarkan memiliki hasrat seksual yang tidak terpadamkan yang digambarkan sebanding dengan nymphomania, kondisi saat seorang wanita tahan bercinta dengan siapa saja selama berjam-jam tanpa kenal lelah. Seorang nymphomaniac sulit menghindari kebiasaan bersetubuh tanpa pandang bulu.

Setelah kematian Albert pada 1861, Victoria selalu murung dan mengenakan pakaian serba hitam selama sisa hidupnya. Pada saat itu muncul seorang John Brown, warga Skotlandia yang pernah diasingkan selama bertahun-tahun selama pemerintahan era Ratu Victoria. Laki-laki itu kerap menemani Ratu untuk memancing dan berburu. Persahabatan mereka terjalin selama 20 tahun. Akan tetapi, orang-orang sekitar mereka menilai bahwa relasi ini sudah lebih dari sekedar pertemanan. Anggapan itu menguat setelah kematian Brown pada 1883 di mana lagi-lagi Victoria bermuram durja karena besarnya kesedihan yang dideritanya.

Pada 1887, seorang pemuda biasa berumur 24 tahun, Karim Abdul, tiba di istana untuk melayani ratu yang saat itu sudah berusia 68 tahun, dan masih dalam suasana berkabung sepeninggalan Albert dan John Brown. Karim berbadan tegap, tinggi, berkulit gelap, dan tampan. Dalam waktu kurang dari satu tahun, ia menjadi orang yang paling dekat dengan sang ratu. Istana pun murka, karena keakraban mereka dianggap melanggar aturan dan tabu. Setelah kematian Ratu Victoria pada 1901, Raja Edward VII (buah hati Albert dan Victoria) menemukan semua bukti perselingkuhan ibunya, di mana salah satunya buku harian Karim yang menjelaskan cinta besar terakhir Victoria.

2. Marie dari Rumania, Ratunya kaum pria

Ratu Marie Romania
Putri Marie digambarkan sebagai wanita yang tegas dan cantik, berambut cokelat dengan mata biru yang tajam, di mana orang-orang pada jamannya menjulukinya dengan sebutan “Ratu Semua Lelaki”. Putri Marie dari Edinburgh menikahi Ferdinand de Hohenzolern-Sigmaringen pada 1892, yang merupakan pewaris takhta Rumania. Kala itu, marie berumur 17 dan Ferdinand 10 tahun lebih tua darinya. Marie tidak pernah mencintai Ferdinand, sebaliknya, dia sangat membencinya. Selama hidup, Marie melahirkan enam anak. Namun ternyata tidak semua bayi ini berasal dari perkawinan dengan Ferdinan. Marie digosipkan berselingkuh dengan utusan Jerman, anggota Polandia, dan politisi Rumania. Ferdinand sendiri sadar akan kecerobohannya, tetapi memilih untuk menutup mata sebab terlanjur cinta atau bisa kita katakan sebagai budak cinta alias bucin.

Anak perempuan kedua Marie, Marie “Mignon,” merupakan buah dari hubungan gelap Marie dengan seorang petugas keamanan kerajaan, Zizi Cantacuzino. Namun, cinta sejati dalam hidup Marie adalah Pangeran Barbu Stirbei, seorang pria tampan dengan mata cokelat tua. Sementara itu, Ileana dan Mircea (anak bungsu), diduga merupakan hasil perselingkuhan ini, karena keduanya mirip sekali dengan Stirbei.

Anak laki-laki Marie, Charles II, mengasingkan Stirbei untuk mengakhiri perselingkuhan tersebut. Dalam surat-surat yang dituliskan Marie selama pengasingan untuk Stirbei, dia mengaku putus asa, terus menangis dan patah hati. Sebagai balasan, Stirbei selalu menjawab surat-surat Marie dengan penuh gairah, dengan mencantumkan lima huruf: i l y m m (I love you, my Marie).

3. Marie Antoinette, ratu pesta pora

Ratu Marie Antoinette

Marie Antoinette masih berusia 15 tahun ketika menikah dengan Louis XVI, Dauphin of France, yang lebih tertarik pada kegiatan berburu daripada istrinya yang jelita. Selama tujuh tahun mengarungi bahtera rumah tangga, kehidupan pernikahan mereka jauh dari api asmara. Louis selalu memberi istrinya hadiah, termasuk Petit Trianon, sebuah rumah tiga lantai yang strategis dan tersembunyi di sudut Versailles yang jauh. Namun, di sinilah letak kesalahan Louis. Ia tidak pernah tahu bahwa sang ratu kerap berpesta pora, foya-foya, dan menjalin hubungan asmara rahasia.

Marie bertemu dengan tentara Swedia, Hans Axel von Fersen di sebuah pesta di Paris, ketika Marie masih menjadi istri sah Louis dengan gelar Dauphine of France. Hans adalah pria yang sopan dan tampan. Dia sering berkunjung ke Petit Trianon dan bahkan memiliki apartemen sendiri tepat di depan kediaman Marie. Tidak ada yang bisa mengatakan dengan pasti apakah cinta mereka benar adanya, tetapi korespondensi rahasia kerajaan menulis: “Kasih sayang mereka amat besar antara satu sama lain.”

Selama Revolusi Perancis, ketika Marie dan keluarganya dipenjara di Tuileries, Hans bahkan merencanakan untuk membebaskan Marie seorang dan melarikan diri berdua. Dia menggadaikan rumah Marie dan meminjam sejumlah besar uang, tetapi itu semua gagal total. Dan Marie sendiri tewas dihukum rakyat dengan kepala yang terpenggal.

4. Marguerite of Valois, harga sebuah kebebasan

Ratu Marguerite of Valois

Ratu Marguerite sejatinya adalah seorang Katolik yang berada di pucuk pimpinan negara Huguenot, yang misinya adalah membawa perdamaian. Anak perempaun ketujuh dari Henry II dan Catherine de 'Medici ini menjadi umpan dalam sebuah penyergapan kriminal yang mempertaruhkan nyawanya sendiri, St. Bartholomew’s Day, di mana ia dikorbankan oleh ibunya di altar kebijaksanaan politik.

Parasnya yang sangat menggoda dan menjadi kebanggaan keluarga, tak pelak membuat Marguerite tidak pernah mengalami patah hati. Dia membenci pernikahannya dengan Henry III of Navarre (Henry IV dari Prancis), dan mereka berdua memiliki kekasih. Joseph Boniface de La Mole disebut-sebut sebagai pacar pertama Margo, meskipun sang ratu tidak pernah berbicara tentang Joseph dalam memoarnya , mungkin untuk melindungi dirinya dari tuduhan keterlibatan dalam komplotan Joseph ketika melawan raja.

Kemudian, dia bertemu Louis de Bussy d’Amboise, yang dianggapnya berpenampilan rupawan. Namun, keduanya tidak memiliki hubungan spesial yang jauh. Sampai pada 1580, ketika Margo berumur 27 tahun, dia jatuh cinta pada Jacques Harlay, Seigneur de Champvallon, yang memiliki julukan “matahari yang tampan.” Setelah diketahui oleh pihak istana, Margo pun diasingkan oleh suaminya sendiri dari Paris pada 1585. Dengan sikap yang tak menyesali perbuatannya, dia meninggalkan Henry II dan melakukan perjalanan dari kota ke kota bersama Harlay, sampai akhirnya ditangkap dan dipenjara di Kastil Usson, di mana ia menghabiskan 20 tahun hidupnya.

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam