banner

8 Cara Aman Bermain Aplikasi Kencan Online

Cara aman bermain aplikasi open bo dan kencan online

Di tahun 2020 tidak ada lagi alasan untuk menajdi seorang lajang. Sebab berbagai situs dan aplikasi kencan online bisa dengan mudah Anda temukan untuk bertemu dengan teman kencan. Tapi, hati-hati, sebab mereka yang menjajal aplikasi kencan online ini punya beragam tujuan. Ada yang iseng, ada pula yang serius mencari cinta dengan cara yang berbeda. Memang, tidak ada yang salah dengan bermain aplikasi kencan online. Namun, seharusnya berinteraksi di dunia maya juga didasari dengan pemahaman bahwa ada batasan-batasan yang harus dijadikan pegangan atau Anda ketahuia sehingga terhindar dari risiko kejahatan siber alias cyber crime.

Koordinator Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japeledi) Novi Kurnia mengatakan, kemampuan literasi digital yang memadai harus dimiliki oleh mereka yang ingin “masuk” dalam dunia aplikasi kencan online ini. “Idealnya, setiap orang yang berinteraksi dengan orang lain melalui media digital sebaiknya mempunyai kemampuan literasi digital yang memadai. Demikian pula ketika orang menggunakan aplikasi kencan online,” kata Novi. Ya, kemampuan literasi dibutuhkan untuk meminimalisasi kemungkinan kejahatan digital yang timbul akibat penyalahgunaan informasi pribadi yang dibagikan oleh pengguna di akun kencan online miliknya. Berikut ada 8 tips aman yang bisa Anda jadikan pegangan dalam berinteraksi di aplikasi kencan online:

  1. Sadar tujuan

    Pengguna yang menggunakan situs atau aplikasi kencan online harus memahami tujuan akan penggunaan aplikasi kencan onpine ini, yaitu untuk menjalin hubungan cinta dan atau fisik dengan pengguna lain atau teman kencan. Tidak jarang, hubungan yang dibangun secara virtual melalui aplikasi kencan online juga dapat berlanjut hingga ke dunia nyata, sehingga banyak yang menyebut aplikasi ini sebagai aplikasi jodoh online. Nah, dengan menyadari tujuan menggunakan aplikasi kencan online, tentu Anda akan segera menyadari jika ada pengguna aplikasi kencan online yang sepertinya menyimpang dari tujuan penggunaan. Ingat ya, cinta memang membutakan, karena itu jangan sampai Anda kehilangan akal sehat saat bertemu dengan teman kencan yang potensial.

  2. Usia dewasa

    Mereka yang berinteraksi di situs dan aplikasi kencan online, sebaiknya yang sudah berusia dewasa, minimal 18 tahun. Atau, sesuai dengan batasan usia yang ditentukan masing-masing aplikasi. Pada usia ini, secara psikologis pengguna dianggap sudah matang dan memahami kebutuhannya dalam menjalin perkenalan secara virtual. Memang, tidak dipungkiri ada kemungkinan bahwa ada pengguna akun fake yaitu mereka yang tidak mengisi profilnya dengan benar di mana bisa jadi Anda akan bertemu dengan seseorang yang masih duduk di bangku sekolah misalnya. Jadi bagaimana untuk terhindar dari “jebakan” semacam ini? Kami sarankan agar Anda memanfaatkan fitur video call pada telepon seluler Anda, atau Anda akan dituduh sebagai lelaki pedofilia!

  3. Baca syarat dan ketentuan

    Kebanyakan pengguna aplikasi kencan online enggan membaca setiap detil syarat dan ketentuan yang diberlakukan pada aplikasi kencan online yang mereka ikuti. Padahal, dengan membaca semua informasi tersebut, maka pengguna dapat memahami kebijakan pengelolaan data pribadi yang dimasukkan ke aplikasi. Dengan demikian, pengguna dapat menentukan informasi apa saja yang aman untuk dicantumkan dalam profilnya. Ingat ya, jangan pernah malas untuk membaca syarat dan ketentuan yang ada demi kelindungan dan keamanan Anda dalam berburu teman kencan.

  4. Pilih aplikasi yang sesuai

    Ada berbagai aplikasi kencan online yang tersedia, mulai dari yang bersifat umum hingga khusus misalnya berdasarkan agama, dan sebagainya. Anda sebaiknya hanya menggunakan satu aplikasi kencan online yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan dan harapan Anda akan aplikasi kencan online. Untuk menentukan sesuai atau tidak, Anda sebaiknya membaca satu persatu ketentuan aplikasi yang ada. Membaca penilaian orang lain terhadap aplikasi tersebut juga dapat membantu Anda mengambil keputusan. Memang itu akan memakan waktu, tapi setidaknya Anda akan terhindar dari bertemu teman kencan yang sangat jauh dari ekspetasi Anda!

  5. Batasi Pencantuman Data Pribadi

    Sebaiknya jangan terlalu detil saat Anda mencantumkan data pribadi dalam aplikasi online. Batasi hanya sekadar pada identitas umum. Jangan cantumkan nama sesuai identitas atau nama akun media sosial karena akan memudahkan orang lain melacak Anda lebih dalam. Anda bisa mencantumkan nama kecil yang merupakan nama panggilan, sejauh itu benar dan tidak mengada-ada atau nama palsu. Jangan sertakan tanggal lahir, alamat rumah dan tempat bekerja, maupun nama orangtua, khususnya nama ibu kandung Anda. Tanggal lahir dan nama ibu biasanya menjadi kata kunci untuk berbagai layanan perbankan, yang dikhawatirkan akan terjadi kejahahatann dengan memanfaatkan identitas yang Anda bagikan. Jangan lupa, di dunia digital bahkan seorang pria pun bisa menyamar menjadi wanita agar Anda jatuh cinta padanya!

  6. Topik percakapan

    Untuk komunikasi yang terbilang baru dengan teman kencan, batasi topik percakapan pada bahasan umum, misalnya tentang hobi, cara mengisi waktu luang, dan sebagainya. Hindari obrolan dengan topik yang bersifat privat, misalnya sakit yang diderita, harta pribadi, keluarga, dan sebagainya. Hal itu perlu dilakukan untuk menjaga keamanan berhubungan dengan orang baru yang belum pasti dapat kita percaya atau tidak. Sekali lagi, sudah tidak jamannya lagi Anda menjadi buta logika karena cinta!

  7. Etika berkomunikasi

    Sebaiknya gunakan bahasa percakapan yang sopan dan beretika. Jangan menggunakan bahasa atau gaya bertutur yang memungkinkan terjadi hal-hal di luar keinginan. Misalnya, berkata kasar, genit, dan sebagainya. Berkomunikasi dengan cara yang wajar dan umum merupakan langkah antisipasi terhadap kejahatan ‘predator seks’ yang juga kerap menggunakan aplikasi kencan online. Percayalah, di dunia digital, pelaku kejahatan kerap “bersembunyi” dalam akun wanita yang muda yang cantik dan inncocent.

    Gunakan bahasa percakapan yang sopan dan beretika. Jangan menggunakan bahasa atau gaya bertutur yang memungkinkan terjadi hal-hal di luar keinginan. Misalnya, berkata kasar, genit, dan sebagainya. Berkomunikasi dengan cara yang wajar dan umum merupakan langkah antisipasi terhadap kejahatan ‘predator seks’ yang juga kerap menggunakan aplikasi sejenis.

  8. "Kopi darat"

    Di tempat umum, saat Anda melakukan “kopi darat” alias bertemu langsung pertama kalinya, pilihlah lokasi pertemuan di tempat umum, jangan di ruang pribadi. Selain itu, mengajak teman, atau saudara juga disarankan jika belum yakin untuk bertemu seorang diri. Terakhir, lakukan pertemuan pada waktu di mana masih banyak orang beraktivitas. Misalnya, batasi paling malam adalah pukul 21.00. Untuk memastikan agar Anda benar-benar aman sekalipun teman kencan Anda adalah wanita, tapi siapa tahu apa yang akan terjadi, bukan?