banner

Bagaimana Menikmati Seks Tanpa Terkena Penyakit Seksual

Cara melakukan seks dengan aman tanpa terkena penyakit

Aktivitas seksual memiliki banyak manfaat, terutama untuk pria muda seperti Anda. Ya, selain untuk memenuhi kebutuhan seksual, berhubungan seks dapat menghilangkan stres, memperbaiki masalah tidur dan memberikan dorongan pada sistem kekebalan tubuh. Namun, tak peduli seberapa pun nikmatnya hubungan seksual yang Anda rasakan, atau seberapa pun jagonya permainan seks partner Anda di tempat tidur, aktivitas seksual juga dapat menjadi rentan karena bisa menularkan penyakit. Hal ini dapat terjadi jika aktivitas seksual yang Anda lakukan tergolong sebagai seks yang berisiko, yang tak ayal berkontribusi terhadap berbagai infeksi menular seksual mulai dari sifilis, herpes genital, HIV, AIDS dan banyak lainnya.

Penyakit menular seksual umumnya terjadi karena Anda melakukan hubungan seksual yang tidak aman (tanpa kondom), melakukan casual sex ataupun bergonta ganti pasangan baik secara penetratif maupun seks anal. Selain itu, PMS juga menular melalui metode lain seperti kontak cairan tubuh termasuk darah, urine dan feses penderita penyakit menular seksual, hingga beberapa kasus melalui alat kesehatan yang tidak steril. Gejala dari IMS sebagai akibat dari hubungan yang berisiko seringkali tidak menimbulkan gejala yang disadari oleh penderita. Berikut hal yang harus dihindari jika tidak ingin terkena penyakit menular seksual karena berhubungan seks.

Tidak melakukan casual sex atau sering berganti pasangan seks

Hubungan seks yang sering berganti pasangan membuat Anda lebih berisiko untuk terkena penyakit menular seksual. Sebab, dengan seringnya berganti pasangan seksual maka semakin besar kemungkinan Anda terinfeksi riwayat penyakit kelamin yang diderita partner sex Anda. Tidak bergonti-ganti pasangan seks, adalah salah satu cara untuk menghindari risiko terkena Bahkan, ada ungkapan yang mengatakan bahwa jika Anda berhubungan seks dengan seseorang, anda otomatis juga berhubungan deng orang lain atau orang yang pernah menjadi partner seks orang tersebut. Setia pada satu pasangan mejadi cara utama untuk menghindari risiko terkena infeksi menular seksual.

Tidak berhubungan seks tanpa pengaman

Anda tentu sering mendengar dampak buruk seks tanpa pengaman mulai dari kehamilan yang tidak diinginkan hingga terkena penyakit menular seksual, karena memang hubungan seksual tanpa pengaman alias tanpa menggunakan kondom ini, menjadi salah satu perilaku seks yang berisiko. Perilaku seks yang dimaskud termasuk seks melalui vaginal, anal, maupun oral. Dengan menggunakan pengaman atau kondom dalam berhubungan seks akan mengurangi risiko Anda tertular dari berbagai infeksi menular seksual termasuk HIV dan AIDS. Usahakan untuk selalu menggunakan kondom saat berhubungan seks, terlebih jika Anda tidak mengetahui riwayat kesehatan pasangan alias melakukan one night stand.

Tidak melakukan seks anal

Hubungan seks ini dilakukan melalui penetrasi penis ke saluran anus pasangan. Perilaku seks ini termasuk berisiko, karena anus tidak seperti vagina yang memproduksi pelumas alami. Sehingga seks anal rentan membuat jaringan di dalam anus terluka. Jaringan didalam anus juga lebih sensitif daripada jaringan luarnya. Hal ini membuat jaringan di dalam anus juga rentan robek dan berdarah yang membuat infeksi mudah masuk kedalam tubuh.

Last but not least, untuk mengetahui apakah Anda tertular penyakit seksual atau tidak, maka Anda perlu melakukan skrining pemeriksaan infeksi penyakit seksual termasuk tes HIV, Sifilis, gonorhoe. Selain itu anda juga perlu mengetahui status kesehatan pasangan terutama sebelum melakukan hubungan seks atau akan menjadi pasangan hidup anda. Dengan mengetahui status kesehatan seksual masing-masing, maka penanganan dari dokter akan memudahkan Anda untuk terhindar dari dampak yang lebih buruk.