banner

Bagaimana Sadomasokisme Bisa Mendatangkan Kepuasan Seksual?

Ada banyak cara yang dilakukan seseorang untuk bisa mendapatkan kepuasan seksual, salah satunya adalah dengan melakukan sadomasokisme, atau aktivitas seksual yang melibatkan penyiksaan pasangan kencan. Meski tidak sedikit orang yang menganggap bahwa sadomasokisme adalah perbuatan menyimpang namun ada juga beberapa pasangan yang menyukai hubungan intim dengan cara seperti ini salah satunya Anda atau bisa jadi teman kencan Anda?

Kebanyakan orang (normal) akan menghentikan aktivitas seksual mereka ketika itu membuat mereka kesakitan. Sebaliknya, pengidap masokis justru akan semakin merasa puas jika hubungan intim yang dilakukan semakin rasa sakit. Karena itu, hubungan intim yang menyakitkan ini idelanya dilakukan oleh dua orang yang sama-sama menyukai tindakan kekerasan dalam hubungan intim agar kepuasan seksual yang diperoleh semakin maksimal.

Sadomasokisme dan kontroversinya

Pihak yang memberikan rasa sakit sering disebut dengan pihak dominan atau pihak sadis, yang akan memberikan rasa sakit atau hukuman pada pasangan dengan memukul, menyabet, mengikat, dan masih banyak lagi. Sementara itu, pihak masokis atau penerima akan merasakan sensasi yang begitu mendebarkan ketika menerima rasa sakit tersebut. Bahkan, rasa sakit ini tak jarang akan semakin membangkitkan gairah seksual. Betapa ironisnya, rasa sakit yang notabene memberi rasa tidak nyaman justru membuat pelakunya merasa keenakan!

Dengan demikian, apakah perilaku sadomasokisme disebut sebagai suatu penyimpangan? Pakar kesehatan menyatakan bahwa sadomasokis termasuk dalam kelainan seksual yang disebabkan karena masalah kejiwaan. Umumnya, pelaku yang menyukai hubungan seksual dengan cara menyakitkan ini cenderung memiliki trauma kejiwaan ketika masih anak-anak atau berada dalam masa pertumbuhan. Dan,tak pelak Penyebab utama munculnya trauma ini adalah karena pernah mengalami pelecehan seksual dengan cara yang sama. Fenomena ini seperti penyakit menular, bukan?

Sadomasokisme dan kontroversinya

Trauma memang menjadi penyebab sadomasokis yang paling utama, di mana salah satunya disebabkan karena seringnya menerima perlakukan kasar dari orang tua ketika usianya masih terbilang muda. Perlakuan ini akan membekas dan terbawa hingga dewasa, sehingga orang tersebut bukan tidak mungkin akan melakukan hal yang sama pada pasangan, terlebih saat sedang berhubungan intim. Akhirnya ia menjadi seorang sadis, dan menyakiti pasangan menjadi kepuasan yang tidak tergantikan.

Selain trauma akibat perlakuan kasar atau pelecehan seksual, pemicu seseorang mengidap sadomasokis juga bisa disebabkan karena rasa dendam pada seseorang, yang terus terbawa hingga pada saat berhubungan intim. Hati-hati jika Anda berkencan dengan tipe semacam ini, karena bukan tak mungkin dendam yang mereka rasakan akan membuatnya kebablasan saat bercinta dengan Anda!

Sadomasokisme dan kontroversinya

Last but not least, anak remaja juga amat rentan dalam pergaulan yang salah, terlebih jika didukung oleh kondisi keluarga yang kurang harmonis. Ini bisa membawa mereka ke dalam pergaulan negatif, salah satunya adalah dengan gemar melakukan kekerasan pada orang lain. Jika tidak segera diatasi, ini akan terbawa pada saat ia melakukan hubungan intim.

Jadi, apakah sadomasokisme bisa disembuhkan? Sayangnya tidak, tetapi dengan konseling dan pengobatan diharapkan dapat mengurangi perilaku menyakiti pasangan agar tidak timbul akibat yang lebih buruk lagi.

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam