banner

bahaya-kecanduan-aplikasi-kencan-online


title: Bahaya Kecanduan Aplikasi Kencan Online
date: 2020-01-31T16:31:29.662Z
modified_date: 2020-02-13T16:34:32.292Z
description: Beberapa tahun terakhir Aplikasi Open BO dan aplikasi kencan seperti Tinder menjadi populer dan banyak digunakan oleh kalangan masyarakat terutama di Indonesia
category:


Bahaya dari aplikasi kencan online

Beberapa tahun terakhir Aplikasi Open BO dan aplikasi kencan seperti Tinder menjadi populer di kalangan masyarakat. Ya, aplikasi kencan online semacam ini memungkinkan penggunanya melakukan obrolan, bertukar cerita, bahkan melakukan kencan buta dengan orang-orang yang memiliki ketertarikan atau lokasi yang sama. Caranya sangat mudah, aplikasi ini akan menampilkan foto dan bio orang-orang yang bisa di-like ketika penggunanya tertarik, atau swipe (dilewati) ketika tidak tertarik.

Namun, siapa sangka ternyata aplikasi kencan online seperti Tindar ini bisa menimbulkan kecanduan? Dilansir dari Business Insider, Universitas Negeri Ohio melakukan sebuah riset dengan mensurvei 269 mahasiswa yang menggunakan aplikasi kencan online. Dari riset tersebut mereka menemukan bahwa sebagian besar dari responden merasa kesepian sehingga menjadi kecanduan aplikasi kencan online.

Para peneliti juga menemukan bahwa orang-orang yang memiliki tingkat kecemasan sosial yang lebih tinggi, mengatakan mereka lebih suka bertemu orang-orang di situs dan aplikasi kencan online daripada secara langsung, dan juga lebih suka bersosialisasi melalui aplikasi kencan online di mana mereka tidak perlu bertemu tatap muka (lebih suka menggunakan fitur chat).

Kecemasan sosial

Wanita dari aplikasi kencan online

Ada sebuah teori yang dikemukakan oleh para peneliti, yakni sebagian orang dengan social anxiety (kecemasan sosial) yang tinggi dan tidak percaya diri dengan kemampuan sosial mereka, maka mereka lebih suka menggunakan aplikasi kencan online karena dianggap dapat melindungi kekhawatiran tersebut sampai batas tertentu. “Saya tidak perlu berusaha atau mencoba untuk menjadi diri saya yang terbaik. Saya tidak pernah khawatir tentang mengecewakan seseorang, tentang penampilan yang terlihat sedikit lebih tua atau lebih gemuk dari yang ditunjukkan gambar profil saya,” seperti itulah kira-kira yang dirasakan orang dengan anxiety khususnya mereka yang kecanduan situs dan aplikasi online seperti yang dilansir dari BBC.

Meskipun ada banyak pasangan yang memang berhasil bertemu dan menjalin hubungan yang serius dibantu oleh aplikasi kencan online ini, sayangnya aplikasi kencan online cenderung merusak apabila tidak digunakan dengan bijak. Para responden dalam penelitian ini mengatakan bahwa ketika mereka secara sosial merasa kesepian, mereka akan banyak menggunakan aplikasi kencan online ini secara berlebihan yang berujung pada kecanduan.

Seperti yang sudah diperkirakan ketika seseorang kecanduan aplikasi berkencan online, makan kegiatan sehari-harinya akan terganggu. “Terutama jika kamu kesepian, berhati-hatilah dalam pilihanmu. Atur dan selektif dalam penggunaan,” kata Kathryn Coduto, ketua penelitian ini. Bahkan, sebaiknya pengguna perlu memiliki batasan dalam menggunakan situs dan aplikasi kencan online agar dapat bekerja dengan baik. Setidaknya tidak sampai memengaruhi kesehatan mental penggunanya.

Ada beberapa tanda bahwa Anda telah masuk dalam kategori kecanduan kencan online selain penggunaan situs maupun aplikasi kencan yang berlebihan, yakni jika Anda selalu merasa gelisah jika tidak memeriksa aplikas kencan online Anda seharian. Kemudian, Anda juga mulai membatasi interaksi dengan teman ataupun keluarga Anda lantaran Anda lebih suka berinteraksi dengan teman kencan Anda padahal Anda belum pernah bertemu. Kemudian Anda juga akan merasa depresi jika tidak ada respon baru dari teman kencan Anda.

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam