banner

Ciri-ciri Akun Palsu Aplikasi Kencan Online

Akun Aplikasi kencan Online

Akui saja, Anda mungkin pernah melakukan kebohongan-kebohongan kecil di internet khususnya di situs atau aplikasi kencan online. Mulai dari berbohong soal usia, tempat tinggal, pekerjaan, pendidikan atau bahkan status hubungan? Baiklah, Anda mungkin mengira itu sekadar kebohonan kecil yang bisa dimaafkan, tapi bagaiman ajika ada seseorang yang keterlaluan saat berbohong hingga menciptakan profil palsu?

Waspadalah, orang-orang semacam ini sangat mungkin Anda temukan pada situs maupun aplikasi kencan online. Ya, dengan menggunakan foto orang lain, mereka kerap menceritakan kisah hidup yang terdapat dalam khayalan mereka. Dan alih-alih mendapat teman kencan, bisa-bisa Anda malah kena tipu catfishing. Buat Anda yang sedang melakukan proses pendekatan dengan seseorang di situs atau aplikasi kencan online.

Anda harus waspada dan mengamati ciri-ciri berikut:

  1. Tidak mau mengangkat telepon

    Ketika percakapan mulai intens, biasanya besar kemungkinan kalian akan saling bertukar nomor ponsel atau ID aplikasi chat. Semakin dekat hubungan kalian, Anda pasti jadi penasaran bagaimana wujud asli teman kencan online Anda yang sebenarnya. Sebelum bertemu, Anda bisa mendengar suaranya terlebih dahulu. Tetapi jika teman kencan Anda ini menolak untuk menerima telepon atau mengirimkan voice note tanpa alasan yang pasti, Anda mesti berhati-hati.

  2. Tidak mempunyai teman di media sosial

    Apabila Anda berkenalan dengannya melalui media sosial, Anda bisa mengamati jumlah angka pengikutnya berikut cara dia berinteraksi dengan akun-akun lainnya. Selain media sosial atau aplikasi kencan onlina tempat kalian berkenalan, Anda juga bisa mengamati tingkah lakunya di media sosial lainnya. Tidak ada salahnya juga untuk mengecek namanya di mesin pencari seperti Google untuk mengetahui lebih lengkap informasi tentangnya yang mungkin dia sembunyikan.

  3. Kisah hidup yang mungkin tidak masuk akal

    “Hari ini aku ada janji makan siang dengan kakakku,” tolaknya ketika Anda mengajaknya bertemu. Tapi tiba-tiba Anda teringat akan keluhannya dulu sebagai anak tunggal. Di mana itu dia ceritakan sebulan sebelumnya. Anda bisa memilih menyimpan prasangka buruk Anda karena mungkin saja yang ia maksud adalah kakak sepupu atau teman dekat yang ia anggap sebagai kakak. Tapi, coba Anda ingat-ingat, apakah ini pertama kalinya ceritanya si dia bertolak belakang dengan cerita sebelumnya? Kalau kejadian seperti ini terjadi berkali-kali, ada baiknya Anda mengeavaluasi kembali hubungan kalian sebelum terlalu jauh.

  4. Menggunakan foto orang lain

    Ketika Anda kamu mulai merasakan ada keganjilan dari profilnya, coba buka Google reverse image search untuk mengetahui keaslian fotonya. Dari sana, Anda bisa mendapat informasi apakah orang di foto profilnya benar dirinya atau (sedihnya) adalah orang lain. 0Selain foto profilnya, Anda kamu juga bisa mengecek keaslian unggahan foto-foto kesehariannya. Orang-orang di media sosial pada umumnya senang meng-update sesuatu yang berhubungan dengan keseharian mereka, entah itu foto hewan peliharannya, menu makan siang, atau tumpukan pekerjaan. Kalau dia mengaku tidak terlalu suka difoto, tapi semua foto yang diunggahnya adalah foto yang diambil secara profesional, Anda harus curiga. Karena, walaupun intesitasnya jarang, beberapa orang pasti mempunyai foto candid yang diambil oleh orang terdekat mereka.

  5. Selalu menolak bertemu

    Sebagai pamungkas, ajak si dia untuk bertemu! Jika si dia mengaku tinggal di dekat tempat tinggal Anda atau tempat kerja Anda tapi selalu menolak, mungkin itu peringatan satu. Tapi, jika ternyata rumah mereka lumayan jauh jaraknya, coba sesekali ajak dia video call. Jika ternyata masih ditolak juga, ini peringatan nomor dua.

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam