banner

Hook Up Berhubungan Seks Tanpa Melibatkan Perasaan

Cinta satu malam, hook up, atau one night stand adalah hubungan seks tanpa memiliki perasaan suka atau cinta

Konsep hookup, one night stand, friends with benefits (atau maaf) fuck buddies mungkin menjadi stigma yang cukup tabu di negara kita. Tapi tak dipungkiri, banyak sekali di luar sana yang terjebak pada hubungan ini, seperti Anda mungkin? Lalu, apa sebetulnya hookup itu?

Menurut England & Ronen (2015) hookup adalah istilah yang digunakan kaum muda yang merujuk pada pertemuan seks kasual. Hookup sering dimulai dalam lingkungan sosial, seperti sebuah pesta, di mana dua siswa bertemu dan mereka melakukan hubungan seksual malam itu. Mereka yang melakukan hookup biasanya tidak tertarik untuk melanjutkan hubungan romantis yang memerlukan ikatan. Lebih lanjut menurut Fielder et. al (2013) hookup adalah interaksi seksual antara pasangan yang tidak sedang berkencan atau memiliki ikatan, meskipun begitu mereka tidak menginginkan adanya komitmen.

Tiara, mengisahkan secara blak-blakkan tentang pengalaman hookup-nya. Friends with benefits-nya adalah seorang lelaki dari universitas yang sama dengan Tiara. Namun, mereka saling mengenal dari aplikasi kencan online Tinder. “Ya begitu, awal ketemu cuma kissing, nonton, makan, nyaman lalu intercourse alias melakukan hubungan seks.”

Pelaku hookup yang lainnya adalah Brenda, ia melakukan hookup dengan seorang pria yang ia kenal juga dari Tinder. Berbeda dengan Tiara, Brenda terang-terangan bercerita bahwa mereka melakukan hubungan seks bahkan pada kali pertama bertemu.

Selanjutnya, hal tersebut menjadi sebuah rutinitas yang Brenda dan friend with benefit-nya lakukan tiap kali bertemu. Kendati sudah sama-sama melakukan hubungan seks, Tiara dan Brenda mengaku tidak ingin melanjutkan hubungan mereka dalam sebuah komitmen. Bukan karena tidak adanya ketertarikan, tetapi Tiara dan Brenda sepakat bahwa ada sebuah aturan main dalam melakukan hookup, ketertarikan dan kenyamanan. Tiara mengakui bahwa dirinya merasa tertarik physically dan mentally pada FWB nya, ia menceritakan bahwa FWB nya adalah seorang yang tampan dan manis sehingga membuat Tiara nyaman dan akhirnya mau melakukan hubungan seks.

Lalu Brenda bercerita bahwa yang membuat dirinya tertarik pada FWB nya adalah tubuhnya yang atletis dan kepiawaiannya ketika melakukan intercourse juga kepribadiannya yang membuat Brenda nyaman. Dari sini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa sebenarnya hubungan seksual saling berhubungan dengan urusan hati (kenyamanan). Meskipun sebenarnya bisa saja, namun cukup sulit untuk wanita menjadi cold hearted bitch, berbeda dengan pria seperti Anda.

Bisa saja sih intercourse dilakukan wanita tanpa melibatkan perasaan, misalnya ketika si wanita sedang mabuk, hangover, kesadarannya hilang sepenuhnya. Tapi kalau sedang sadar total? Mustahil. Tiara dab Brenda mengaku menjadi cukup melekat pada FWB mereka setelah melakukan intercourse. Dari temen berhubungan seks kemudian saling follow media sosial dan baper kalau si FWB tidak menghubungi. Padahal itu sama sekali tidak perlu, seperti perjanjian dari awal, no string attached. Mereka bebas untuk saling menghubungi atau tidak, bahkan jika mereka menemui wanita dan pria lainnya. Jadi silakan berhubungan seks, tanpa melibatkan perasan!

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam