banner

Meningkatnya Pengguna Aplikasi Kencan Online Saat Wabah COVID-19

Meningkatnya pengguna aplikasi kencan online seperti Tinder kala Pandemi Virus Corona atau COVID-19

Selama pandemi COVID-19 (virus corona) sejumlah aplikasi kencan online menunjukkan peningkatan pengguna yang cukup signifikan selama masa kebijakan pembatasan sosial (social distancing) untuk menekan penyebaran virus corona. Aplikasi kencan online mulai dari Tinder, OkCupid, sampai Bumble menunjukkan peningkatan jumlah pengguna dan percakapan.

Berdasarkan data Tinder, percakapan pengguna di Indonesia meningkat dengan rata-rata sebesar 23 persen. Selain itu, rata-rata durasi percakapan meningkat 19 persen lebih lama. Data ini diambil mulai tanggal Februari hingga Maret 2020.

Layanan aplikasi kencan online OkCupid pun mencatat kenaikan percakapan dan panjang waktu percakapan sebanyak 7 persen. Selain itu, aplikasi kencan online masuk dalam 10 dari 100 aplikasi terpopuler di iTunes.

Pada minggu kedua Maret 2020, pengguna aktif aplikasi kencan online Bumble di Amerika Serikat (AS) juga naik 8 persen. Salah satu fitur yang ada di aplikasi Bumble yakni Bumble Video Call mirip layanan Zoom dan Google Hangouts, pun mengalami kenaikan sebesar 21 persen.

Aplikasi kencan online lain seperti Hinge menurut data internal mereka menunjukkan adanya peningkatan sebesar 70 persen.

Kebijakan lockdown di beberapa kota di AS pun kian meningkatkan percakapan pengguna sejak 12-22 Maret dengan rincian sebagai berikut, seperti dikutip CNCB:

  1. Seattle: 21 persen.
  2. New York: 23 persen.
  3. San Fransisco: 26 persen.

Menurut studi yang dilakukan YouGov dan Galaxy, tahun 2019 peningkatan jumlah pengguna akun kencan online Tinder mencapai 52 persen di Australia. Lalu pengguna rata-rata berusia 25-34 tahun, seperti dikutip dari situs The Conversation.

Peningkatan pengguna ini membuat induk perusahaan Tinder, yakni Match Group menggratiskan fitur Passport. Dengan fitur ini, pengguna bisa bebas berpindah lokasi untuk mencari pasangan. Fitur Passport semestinya hanya bisa diakses bagi pengguna berbayar Tinder Plus dan Gold. Dengan fitur ini, pengguna bisa mencari sebuah kota atau menandai sebuah kota di peta, lalu mereka dapat mulai untuk swipe, matching, dan mengobrol dengan pengguna Tinder di destinasi yang dipilih.

Setelah Tinder memutuskan untuk menggratiskan fitur Passport, terjadi kenaikan pengguna selama bulan Maret di beberapa negara, dengan rincian:

  1. Brazil: 15 persen.
  2. Jerman: 19 persen.
  3. Prancis: 20 persen.
  4. India: 25 persen.

Bagi Anda yang belum tertarik untuk menggunakan aplikasi kencan online, sekarang saatnya ya!

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam