banner

10 Macam Perilaku Seksual yang Menyimpang

Ada banyak hal yang menyebabkan seseorang memiliki perilaku seksual yang menyimpang atau parafilia. Sebagian ahli berpendapat bahwa kelainan perilaku seksual disebabkan oleh trauma masa kecil, seperti pelecehan seksual. Tetapi ada pula yang mengatakan bahwa kondisi ini disebabkan oleh kelainan saraf di otak. Oleh sebab itu, perilaku menyimpang seksual biasanya ditangani dengan konseling dan terapi untuk mengubah perilakunya. Ditambah dengan penggunaan obat, jika pelaku ditengarai memiliki lebih dari dari perilaku seksual yang menyimpang.

Perilaku seks yang menyimpang

Perilaku menyimpang ini perlu mendapat penanganan dengan segera, sebelum meninggalkan dampak negatif atau dampak yang berkaitan dengan masalah hukum, sebab di berbagai negara pelaku penyimpangan seksual dapat dijatuhi hukuman pidana. Lalu, apa saja yang dianggap sebagai kelainan seksual? Berikut perilaku-perilaku yang dianggap kelainan seksual dan jangan saran kami jangan sampai Anda berkencan dengan orang-orang semacam ini ya!

Ekshibisionisme

Pada penyimpangan seksual semacam ini, pelaku cenderung ingin membuat orang asing terkejut, takut, atau terkesan dengan perilakunya. Pelaku juga merasakan kenikmatan seksual bila korbannya terkejut saat ia beraksi. Misalnya, dengan memperlihatkan alat kelamin atau bahkan masturbasi di tempat umum. Dalam ekshibisionisme, cenderung tak ada kontak fisik, apalagi seksual antara pelaku dan korban. Jadi sebetulnya pelaku ekshibisionisme tidak membahayakan seacara fisik, tapi tetap saja menyebalkan bukan melihat tingkah mereka yang demikian?

Voyeurisme

Sementara pada perilaku penyimpangan seksual berikut ini, memang lagi-lagi tidak ada kontak fisik, karena pelaku mendapat kepuasan seksual dengan mengintip orang lain yang sedang mandi, ganti pakaian, tanpa busana, atau beraktivitas seksual. Juga tak menutup kemungkinan kalau si pelaku melakukan masturbasi ketika mengintip korban. Dan, meski korban juga tidak terancam bahaya secara fisik apalagi pelaku tidak memiliki keinginan untuk menjalin kontak seksual dengan korban tetap saja ada trauma yang timbul pada diri korban tatkala menjadi korban dari perilaku seksual yang menyimpang seperti ini!

Froteurisme

Pada penyimpangan seksual ini, pelaku mendapat kepuasan seksual dengan menggesekkan kelamin pada tubuh orang yang tak dikenal. Dalam kebanyakan kasus, pelaku terdorong untuk melakukannya di tempat umum yang penuh sesak seperti bus atau kereta. Perilaku ini cenderung mengundang masalah hukum karena terjadi kontak alat kelamin tanpa izin. Dan, bisa dikatakan perilaku ini mengilhami sebagian besar tema film-film biru yang cenderung lebih brutal dibanding kejadian sebenarnya.

Paedofilia

Seorang paedofilia memiliki fantasi, ketertarikan, bahkan melibatkan aktivitas seksual dengan anak di bawah usia 13 tahun. Perilaku tersebut antara lain memaksa anak menonton si pelaku yang sedang masturbasi, memegang kelamin anak, sampai melakukan hubungan seksual dengan si anak. Banyak kasus paedofilia terjadi pada keluarga sendiri di mana si pelaku menjadikan anak atau anggota keluarga lain sebagai korban.

Sadomasokis

Pada perilaku seksual semacam ini, pelaku mendapat kepuasan seksual dari rasa sakit yang timbul akibat kekerasan verbal atau non-verbal yang sengaja disebabkan oleh diri sendiri atau disebabkan oleh pasangan mereka. Kata-kata kasar dan makian merupakan kepuasan seksual bagi si pelaku dan aktivitas seksual yang dilakukan sering kali menyerempet bahaya. Misalnya, mencekik hingga tubuh mencapai kondisi kekurangan oksigen dengan tujuan mencapai orgasme. Tindakan memukul, mengiris, gigitan, diikat, mencekik, bahkan dicambuk yang berbahaya justru menjadi kepuasan tersendiri bagi si pelaku. Biasanya sudah ada kesepakatan di antara pasangan tersebut untuk melakukan aktivitas seperti ini. Hingga pelaku jarang terjerat masalah hukum.

Sadisme

Sementara para perilaku penyimpangan seksual sadisme, mendapat kepuasan seksual ketika menyiksa pasangannya dan penderitaan fisik atau psikologis pasangan akan membawa kesenangan bagi si pelaku. Tetapi penderitaan korban bukanlah motif si pelaku, karena rasa sakit korban juga tak meningkatkan gairah si pelaku. Ya, orang dengan kelainan ini merasa dirinya berkuasa atas pasangannya di mana tujuan mereka adalah berkuasa sehingga tak jarang terjadi pemerkosaan, bahkan pembunuhan. Pada kasus ekstrem, bahkan kematian pasangan akan membawa kegembiraan bagi si pelaku.

Transvetitisme

Pada penyimpangan seksual yang satu ini, pelaku adalah pria heteroseksual yang mendapat kepuasan seksual dengan berdandan sebagai wanita. Dandanan tersebut bisa cukup hanya mengenakan pakaian wanita, bisa juga berdandan dengan make-up hingga menata rambut.

Nekrofilia

Bisa kami katakan penyimpangan seksual yang satu ini lumayan horror lantaran si pelaku mendapat kepuasan seksual ketika melakukan aktivitas seksual pada mayat. Parafilia jenis ini jarang ditemukan atau diungkapkan ke umum.

Zoofilia

Sementara pelaku penyimpangan seksual zoofilia, mendapat kepuasan ketika melakukan aktivitas seksual dengan binatang. Tak hanya sebatas fisik, pelaku juga menjalin hubungan emosi dengan binatang tersebut dan hal inilah yang membedakannya dengan beastiality.

Beastiality

Ya, perilaku seksual menyimpang beastialitiy memberikan kepuasan pada pelaku ketika pelaku melakukan aktivitas seksual dengan binatang. Dan perilaku ini hanya sebatas kontak fisik, tanpa melibatkan hubungan emosi.

Seputar aplikasi untuk Open BO gratis ada di 5 Aplikasi Open BO Wanita Gratis