banner

Predator Seks Mengintai Pengguna Aplikasi Kencan Online

Predator seks mengintai aplikasi kencan online

Jika Anda sedang gemar-gemarnya menggunakan aplikasi kencan online lantaran bosan dengan status lajang yang Anda sandang, ada baiknya Anda waspada terhadap sejumlah predator seks yang tengah bergentayangan di dunia kencan online.

Pasalnya menurut psikiater Jiemi Ardian, para pengguna aplikasi kencan online sebaiknya waspada terhadap predator seks. Dan cara mengetahuinya adalah dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap orang yang terlalu baik atau memberikan perhatian berlebihan.

“Kalau dia balas chat dengan durasi yang lama artinya ada sesuatu yang dicari di sana. Kita harus waspada karena ketika kita sudah memandang seseorang superior akhirnya barrier dalam diri kita akan diturunkan, akhirnya malah ada potensi kita dimanipulasi, hati-hati,” kata Jiemi.

“Hati-hati juga kalau pada pertemuan-pertemuan awal sudah ada pembicaraan ke arah seksual, kecuali kalau kita punya consent untuk itu, sebaiknya hindari. Hal itu biasanya sudah ada kecenderungan dari awal dia mencari hanya pasangan seksual saja.”

Sementara itu, berdasarkan pengalamannya, seorang pengguna aplikasi kencan online Tinder bernama Marsha, mengingatkan, agar selalu mengecek latar belakang pasangan kencan sebelum bertemu langsung. “Aku kalau match di Tinder, selalu cek latar belakang si orangnya. Orang bilang nge-poin, tapi demi keamanan aku sendiri, aku cari di Google, Instagram, dan LinkedIn. Aku pengin tahu dia kerja di mana karena untuk make sure orang ini bukan akun bodong dan nggak palsu,” katanya.

Marsha juga selalu mengajak temannya untuk mengawasi dari kejauhan atau setidaknya memberitahu siapa teman kencannya dan lokasi mereka bertemu. Tak jarang, Marsha juga membagikan live location kepada sejumlah temannya agar dapat memantau keberadaannya. “Jadi aku punya teman-teman yang selalu aku kasih tahu akan ketemu dengan orang ini, dari dating apps, share live location biar teman-teman tahu dan ketemunya harus di tempat ramai di kafe atau bar. Yang jelas tempat yang di mana banyak orang,” sebut Marsha.

Lain dengan Adele yang lebih memilih menguatkan diri agar tidak berdampak pada kesehatan mentalnya dengan cara melakukan refleksi diri ketika mengalami penolakan. Adele pun makin spesifik menentukan kriteria pasangan yang dicari. Tujuannya, agar mempertahankan standar diri.

“Kalau memang enggak cocok sama kriteria, aku enggak akan nurunin standar dan bakal ngomong right to the point. Jadi mulai membudayakan meninggalkan dengan alasan yang jelas supaya dia enggak menyalahkan diri sendiri,” ujarnya.

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam