banner

Sisi Buruk Seks Gratis dari Kencan Online

Dampak dari seks gratis atau open bo gratis aplikasi kencan online

Sebelum era kencan online, menemukan perempuan untuk melakukan hubungan seks gratis alias one night stand tidak mudah. Anda harus menyambangi bar atau klub malam, mendekati beberapa perempuan dengan mentraktir mereka minum, sebelum meminta mereka untuk melakukan cinta satu malam dengan Anda. Syukur-syukur jika mereka setuju, biaya yang dikeluarkan untuk mentraktir minuman tidak akan terbuang sia-sia. Jika tidak, terpada Anda meredam nafsu syahwat Anda atau justru mengeluarkan dana ekstra untuk membeli jasa pekerja seks komersial (PSK).

Beberapa dekade terakhir, seiring dengan maraknya penggunaan aplikasi kencan online, mencari hubungan seks satu malam semakin mudah. Anda cukup mencari akun pengguna aplikasi kencan online yang secara eksplisit bersedia untuk melakukan hubungan seks dengan teman kencan, atau jika Anda punya budget maka Anda bisa mencari cewek open BO yang memang jelas-jelas menjual jasa layanan seks.

Tapi, sisi lain dari hubungan seks dengan teman kencan di aplikasi kencan online adalah meningkatnya penyakit menular seksual (PMS). Di Hawaii, Amerika Serikat beberapa kasus seperti klamidia, gonore, dan sifilis hingga kini telah meningkat secara signifikan. Berdasarkan laporan dari Layanan Pengurangan Dampak Buruk Departemen Kesehatan setempat, ketiga penyakit infeksi tersebut, dalam 30 tahun terakhir sudah mulai mendekati tingkat tertinggi yang pernah ada.

Menurut pihak Departemen Kesehatan di Amerika Serikat, penyebab melonjaknya infeksi dialami karena banyak hubungan seks yang dilakukan secara instan melalui perkenalan di situs dan aplikasi kencan online.

“Karena orang bergantung pada sarana digital untuk membuat koneksi, hal itu dapat menyebabkan keadaan di mana mereka mungkin lebih rentan terkena infeksi tanpa mereka sadari,” kata koordinator program untuk cabang pengurangan dampak buruk negara, Gerald Hasty seperti dilansir AP.

Hasty mengatakan, semakin banyak pasangan yang bertemu dalam situs dan aplikasi kencan online tersebut, semakin tinggi juga peluang untuk mendapatkan infeksi menular seksual (IMS). Selain itu, penurunan ketergantungan pada kondom atau tindakan pencegahan lain juga menyebabkan penyebaran PMS mengalami peningkatan.

Jumlah infeksi klamidia, gonore dan sifilis di Hawaii tersebut juga mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir secara berturut-turut. Menurut Hasty, peningkatan tersebut memang sangat tidak diinginkan, tapi nyatanya datang secara tak terduga. "Dalam prosesnya, ketiga infeksi tersebut tidak menyebabkan gejala awal yang berbeda atau mengganggu. Alhasil, mereka yang terinfeksi sama sekali tidak mengetahuinya,” kata Hasty. Dia menjelaskan, hal tersebut nyatanya menentukan setiap tahap penyebaran infeksi tersebut.

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam