banner

Waspada Penipuan Berkedok Cewek Open BO

Wanita Penipu yang mengatas namakan Open BO

Tahukah Anda bahwa Anda bisa mendapatkan cewek bookingan atau cewek Open BO di hotel ternama? Seperti di Amaris Hotel Panakkukang, Makassar misalnya, yang diduga menyediakan cewek BO dengan harga bervariatif. Pasalnya, cewek booking tersebut melakukan promosi untuk menawarkan dirinya di salah satu media sosial. “Kalau mau booking harus hubungi pak Dedi Hidayat (pengelola Amaris Hotel),” kata ST, salah satu cewek booking, saat dikonfirmasi via medsos.

Menurutnya, cewek booking yang disediakan di Amaris Hotel harus mengikuti prosedur yang ada. Dimana pelanggan yang ingin membooking cewek tersebut harus sepengetahuan dari pihak manajemen hotel dan menghubungi manager hotel. “Silahkan WA Pak Dedi Hidayat untuk informasi lebih lanjut,” tutur gadis berparas cantik itu.

Sementara, Manager Amaris Hotel, Dedi Hidayat, membantah perihal tersebut. Kata dia, mereka (oknum penipu) mengetahui namanya melalui kartu nama yang ada di lobby. Karena tinggal diambil saja. “Ini sudah lama kami temukan. Biasa juga mereka pake nama staf saya untuk alibi supaya benar di transfer. Bahkan ada lebih parah dia foto staf saya di reception,” ujarnya. Kendati demikian, nomor telepon yang diberikan cewek booking tersebut tidak sesuai dengan nomor telepon milik Dedi Hidayat. “Nomor aja salah itu,” pungkas Dedi.

Sementara penipun berkedok cewek BO juga dialami seorang mahasiswa di Palembang berinsial SK (21) yang kena tipu hingga Rp 2,3 juta saat mem-booking cewek via aplikasi pesan singkat. Akun cewek yang akan dibooking SK ternyata dioperasikan oleh seorang pria berinisial AN. SK mengaku berkenalan dengan seseorang dengan gambar wanita cantik di Bee Talk untuk dibooking beberapa waktu lalu. Mereka pun sepakat check in di sebuah hotel dengan tarif booking disepakati Rp 3,5 juta. Kemudian, AN meminta korban untuk mentransfer DP sebesar Rp 2,3 juta. Merasa percaya, korban mengabulkan permintaan AN dengan cepat.

Tak lama kemudian, korban menuju hotel yang disebut pelaku sudah dipesannya di Jalan Basuki Rahmat Palembang. Korban kaget tidak ada kamar yang dipesan atas nama pelaku. “Saya baru sadar kena tipu, kamar hotel yang dipesan tidak ada. Saya rugi Rp 2,3 juta,” sesal SK yang meminta agar pelaku segera ditangkap dan uangnya dikembalikan secara utuh.

Lain lagi cerita Faisal (28), yang terpaksa dua hari menunggu di Hotel Santika Palembang, lantaran menjadi korban penipuan berkedok cewek BO. Faisal sudah ditipu melalui aplikasi Be-Talk, dengan membooking wanita panggilan yang tak kunjung datang. Akibat kejadian tersebut, Faisal mengalami kerugian sebesar Rp 3,3 juta. “Awalnya saya booking cewek bernama Rianti lewat aplikasi Be-Talk pak, sudah itu dia meminta transfer uang Rp 100 ribu, jadi uangnya saya transfer melalui ATM,” ujar Faisal.

Setelah mentransfer uang tersebut, Faisal yang juga Pegawai honorer Dinas Perhubungan kota Palembang ini, diminta cewek bookingan tersebut untuk datang ke hotel Santika untuk menemuinya. Tapi sesampainya di hotel, ternyata cewek yang dibooking korban tidak ada. “Cewek itu, minta transfer lagi uang sebesar Rp 350 ribu. Setelah saya transfer, dia menyuruh saya menghubungi security keamanan hotel bernama Bambang. Saat saya hubungi, security itu juga meminta uang Rp 350 ribu, alasan untuk keamanannya. Tapi, saat saya tanya sama pegawai hotel, nama Bambang security hotel tidak ada,” ungkap Faisal. Selanjutnya, terlapor Bambang dan wanita panggilan tersebut terus memintai uang korban selama dua hari, dengan total kerugian mencapai Rp 3,3 juta.

“Saya malam itu sudah tidak sabar lagi pak, untuk bertemu wanita yang saya booking, tapi dia tidak datang-datang. Dua hari itu juga Sabtu-Minggu, saya menuruti saja apa yang dipinta orang yang mengaku security hotel dan cewek bookingan itu,” sesalnya.

Seputar informasi dan artikel tentang kehidupan malam ada di Dunia Malam